jump to navigation

Berburu Beasiswa S2 Luar Negeri (episode 3) November 14, 2008

Posted by pakjappy in Kejar Beasiswa Luar Negeri.
Tags:
3 comments

Gagal maneh… gagal maneh… Ungkapan ini seringkali diucapkan oleh si jin nakal dalam sinetron Tuyul dan Mbak Yul saat si jin nakal gagal menangkap jagoan sinetron ini, si Ucil. Ungkapan ini sebenarnya mirip dengan apa yang saya alami saat ini. Iya, saya gagal lagi lolos ke tahap wawancara seleksi beasiswa Stuned Pre Registrasi setelah pada episode sebelumnya telah diceritakan bahwa saya gagal pada tahap administrasi beasiswa IFP (Ford Foundation). Gagal maneh…. But, it won’t stop me to do better!

Well, pengalaman saya (baca:kegagalan) ini belum ada apa-apanya dibanding yang dialami oleh teman-teman yang sering saya baca di milis beasiswa. Masih buaaaanyak yang kisahnya lebih dramatis daripada kisah saya, dan serunya, kebanyakan dari mereka sekarang sudah berada di luar negeri atau bahkan sudah pulang dan mengabdi di institusinya masing-masing.

Saya memang menolak dengan tegas untuk bersedih walaupun dalam hati ada sedikit iri apalagi saat melihat teman-teman yang berhasil lolos ke tahap selanjutnya, tahap wawancara. Tapi iri yang ini adalah iri positif, saya sangat mendukung mereka agar dapat lolos dari tahap wawancara nantinya. Tapi sebentar dulu… wait for a minute…. koq kayaknya cuma saya yang tidak lolos ya? hmmmm….. si A lolos, si B lolos, si C lolos… (demi kenyamanan, nama-namanya dirahasiakan)… Apa mungkin ada yang salah dengan kelengkapan dokumen saya? Sayangnya pihak StuNed tidak menjelaskan secara rinci apa kekurangan saya tapi tak apalah, saya maklum, mereka pasti akan mengalami kesulitan menjelaskan kesalahan dari ribuan orang pelamar yang tidak lolos! Go StuNed, aku tunggu kamu di bulan Maret nanti, untuk program beasiswa reguler! hehehe… That’s what I called spirit!

Oh iya, untuk pembaca budiman yang masih penasaran dengan nasib penulis (mudah-mudahan ada yang baca), pengumuman untuk beasiswa ADS (Australian Development Scholarship) akan diumumkan pada bulan Desember. Mudah-mudahan lulus… Mudah-mudahan dapat nulis di milis beasiswa bagaimana tip n trik untuk lolos beasiswa, hehehe…

Saat ini saya sedang mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk melamar beasiswa Dikti Luar Negeri 2009. Wish me luck en mudah-mudahan kali ini sukses….

Regards,

Jappy FanggidaE

Berburu Beasiswa S2 Luar Negeri (episode 2) November 6, 2008

Posted by pakjappy in Kejar Beasiswa Luar Negeri.
Tags:
add a comment

Setelah menunggu selama kurang lebih 2 bulan, akhirnya keluar juga pengumuman dari penyelenggara beasiswa IFP (Ford Foundation) pada 31 Oktober 2008 lalu. Hasilnya………….? Setelah membolak-balik daftar tersebut saya tidak melihat nama saya tertera dalam daftar nama pelamar yang lolos seleksi tahap pertama. Artinya saya TIDAK LULUS!! Gubraaakkkkk! Hiks..hiks..hiks..! Sedih? Ya iyalah…. Tapi tidak banyak…. Jangan banyak-banyak sedihnya karena masih ada beberapa peluang yang sedang menunggu saya untuk mencapai impian saya. Bukan berarti sedihnya harus dibagi-bagi untuk beberapa peluang tersebut lho…

Benar sekali, saat ini saya sedang melamar beberapa beasiswa yang (mudah-mudahan) bersedia menyekolahkan saya ke luar negeri. Beasiswa-beasiswa tersebut antara lain: beasiswa IFP (FordFoundation) yang sudah gagal, ADS (Australian Development Scholarship), StuNed (beasiswa dari pemerintah Belanda) dan Beasiswa Dikti (dari pemerintah Indonesia). Jika dihitung-hitung, peluang saya yang terbesar adalah Beasiswa Dikti karena beasiswa ini dikhususkan untuk mereka yang berprofesi sebagai dosen seperti saya. Kuota yang disediakan oleh pemerintah untuk dosen, baik dosen negeri maupun swasta, berjumlah 1.000 orang. Saya sendiri belum punya data akurat berapa jumlah dosen yang ada di negeri ini tapi tentu saja dengan segmen yang demikian jelasnya, ditambah kuota yang sangat besar tersebut, bahkan untuk seorang dosen pesimis dengan kemampuan bahasa Inggris yang tidak terlalu istimewa pun akan merasa optimis.

Beasiswa ADS yang akan diumumkan pada bulan Desember nanti, menawarkan tempat bagi 300 orang penerima beasiswa dari total pelamar sekitar 6.000-an orang setiap tahunnya. Kabarnya yang akan dipanggil wawancara dan tes IELTS berjumlah sekitar 600-an orang, artinya tinggal dikurangi 300 orang lagi untuk memenuhi kuota.

Beasiswa StuNed juga tidak jauh berbeda dengan ADS. Jumlah pelamar dan kuotanya setali tiga uang. Bedanya, saya menempuh jalur khusus, yaitu jalur StuNed pre-registrasi khusus untuk pelamar yang berdomisili di luar pulau Jawa. Pelamar StuNed pre-registrasi yang dinyatakan lulus akan memperoleh provisional award, semacam surat jaminan awal untuk memperoleh beasiswa jika mampu meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya hingga memenuhi persyaratan universitas tujuan di negerinya Marco Van Basten. Nah, khusus untuk StuNed ini, katanya mau diumumkan lewat e-mail masing-masing pelamar pada bulan Oktober tapi hingga Nopember belum kunjung tiba surat yang diidam-idamkan mampir ke inbox saya. Menegangkan bukan? Menurut teman-teman yang sudah pernah melamar tahun lalu, pengumumannya keluar pada awal bulan Nopember. Nah, semakin menegangkan bukan? Bukankah sekarang tanggal 5 Nopember? Bukankah sekarang awal Nopember? Setiap hari saya membuka inbox saya di Yahoo! dengan perasaan gundah gulana.. hehe… Mudah-mudahan saat anda membaca posting ini, saya sedang bergembira ria karena dinyatakan lulus serta sedang memegang Provisional Award di tangan saya dan bukannya sedang manyun… Mudah-mudahan…. Amin…!

(to be continued…….)

Rudy Mana yang PaLing Sukses? November 4, 2008

Posted by pakjappy in Serba Serbi.
Tags:
1 comment so far

Saya ingat waktu di SMA dulu, kami (murid) harus menjalani test IQ untuk  penjurusan. Sekolah saya menetapkan bahwa murid2 dengan IQ tinggi bisa masuk ke jurusan IPA/Science. Murid dengan IQ sedang hanya bisa masuk jurusan Sosial dan yang paling rendah IQnya hanya diijinkan untuk masuk ke jurusan Bahasa.
Aturan di sekolah saya ternyata berlawanan dengan aturan dari SMA swasta terkenal di
Yogyakarta yang mengarahkan anak-anak yang ber IQ paling tinggi justru ke jurusan Bahasa.
Sewaktu saya diskusi dengan Romo Mangun Wijaya (Alm) tentang kurikulum sekolah, Beliau mengatakan bahwa pen didikan di
Indonesia masih mewarisi "budaya" kolonial Belanda.

Menurut beliau, seharusnya anak-anak yang kecerdasannya tinggi seharusnya diarahkan untuk masuk jurusan Sosial supaya di masa mendatang akan lahir ekonom, hakim, jaksa, pengacara, polisi, diplomat, duta besar,politisi dsb yang hebat2. Tetapi rupanya hal itu tidak dikehendaki oleh penguasa (Belanda). Belanda menginginkan anak-anak yang cerdas tidak memikirkan
masalah2 sosial politik. Mereka cukup diarahkan untuk menjadi tenaga ahli/scientist, arsitektur, ahli computer, ahli matematika, dokter, dsb yang asyik dengan science di laboratorium (pokoknya yang nggak membahayakan posisi penguasa). Saya nggak tahu persis yang benar Romo Mangun Wijaya atau pemerintah Belanda. Hanya saja waktu itu saya yang kuliah ambil jurusan Kurikulum jadi patah semangat karena kayaknya kurikulum di
Indonesia ini hampir tidak ada hubungannya dengan kehidupan yang akan dijalani orang setelah keluar dari sekolah.

Kita bisa lihat, Insinyur yang menjadi politisi bahkan memimpin parlemen,kemudian dokter (umum) bisa menjadi kepala Dinas P & K atau tenaga marketing, sarjana theologia yang jadi pengusaha, dsb. Sampai saat ini,masih banyak orang tua dan masyarakat yang beranggapan bahwa anak yang hebat adalah anak yang nilai matematika dan science-nya menonjol.
Paradigma berpikir orang tua/masyarakat ini sangat mempengaruhi konsep anak tentang kesuksesan. Bulan Juni 2003 yang lalu, lembaga tempat saya bekerja mengadakan seminar anak-anak.

Di depan 800-an anak, Kak Seto Mulyadi (Si Komo) menunjukkan 5 Rudy.

- Yang Ke-1 : Rudy Habibie (BJ Habibie) yang genius, pintar bikin pesawat dan bisa menjadi presiden.
- Yang Ke-2 : Rudy Hartono yang pernah beberapa menjadi juara bulu tangkis kelas dunia.
- Yang Ke-3 : Rudy Salam yang suka main sinetron di TV
- Yang Ke-4 : Rudy Hadisuwarno yang ahli di bid. kecantikan dan punya byk salon kecantikan di bbrp
kota.
- Yang Ke-5 : Rudy Choirudin yang jago masak dan sering tampil memandu acara memasak di TV.

Sewaktu Kak Seto bertanya "Rudy yang mana yang paling sukses menurut kalian?" Hampir semua anak menjawab "Rudy Habibie" Sewaktu ditanyakan "Mengapa, kalian bilang bahwa yang paling sukses Rudy Habibie?"
Anak-anakpun menjawab "Karena bisa membuat pesawat terbang, bisa menjadi presiden, dsb" Sewaktu Kak Seto menanyakan "Rudy yang mana yang paling tidak sukses?" Hampir seluruh anak menjawab "Rudy Choirudin" Ketika ditanyakan "Mengapa kalian mengatakan bahwa Rudy Choirudin bukan orang yang sukses?"

Anak-anakpun menjawab "Karena Rudy Choirudin hanya bisa memasak"

Memang begitulah pola pikir dan pola asuh dalam keluarga dan masyarakat Indonesia pada umumnya yang masih menilai kesuksesan orang dari karya-karya besar yang dihasilkannya. Masyarakat kita banyak yang belum bisa melihat kesuksesan adalah pengembangan talenta secara optimal sehingga bisa dimanfaatkan dalam kehidupan yang dijalaninya dengan "enjoy".

Banyak masyarakat kita yang beranggapan bahwa IQ adalah segala-galanya.
Padahal kenyataannya EQ, SQ dan faktor2 lain juga sangat menentukan. Dalam seminar tsb Kak Seto hanya ingin merubah paragidma berpikir anak-anak (dan juga orang tua/keluarga) . Anak-anak dan orang tua harus menyadari dan mensyukuri setiap talenta yang diberikan oleh Tuhan.

Bila talenta tersebut dikembangkan dengan baik, maka kita bisa mencapai kesuksesan di "bidangnya". Jadi untuk anak-anak yang tidak pintar matematika, anak2 tidak perlu minder dan orang tua tidak perlu malu atau menekan anak. Anak-anak yang lebih menyukai pelajaran menggambar dari pada pelajaran2 lain, bukanlah anak-anak yang bodoh karena justru anak2
yang punya imajinasi tinggilah yang pintar menggambar/ melukis. Anak-anak yang suka ngobrol, kalau kita arahkan bisa saja kelak menjadi politisi atau negotiator yang baik.

Anak-anak yang banyak bicara, kalau diarahkan untuk menuliskan apa yang ingin dibicarakan bisa2 menjadi penulis yang hebat. *** Mbak Dwi Setyani juga mengingatkan kita untuk lebih memfokuskan pada kekuatan kita dari pada "wasting time"
bersungut-sungut, hanya memikirkan kelemahan kita.

Saya pernah membaca pengalaman hidup seorang penyanyi di Amerika. Penyanyi tsb dulunya tidak PD karena wajahnya tidak terlalu cantik dan giginya tonggos. Saat menyanyi di pub, dia repot mengatur bibirnya supaya giginya yang tonggos tidak dilihat orang. Hasilnya: ia hanya bisa menghasilkan suara yang pas-pasan. Ketika temannya meyakinkan bahwa giginya yang
tonggos itu bukanlah masalah, maka iapun bisa menyanyi dengan bebas dan meng-eksplore suara emasnya. Ternyata rang-orang mengingat penyanyi itu karena kualitas suaranya, bukan parasnya yang jelek dengan gigi tonggosnya.

*** Kitapun meyakini bahwa Tuhan menciptakan setiap kita (manusia)dengan maksud yang terbaik demi kemuliaan-Nya. Kalau saja kita meyakini hal tersebut, maka semua orang akan mensyukuri keadaan dan memanfaatkan talenta yang Tuhan berikan untuk kemuliaan-Nya.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Beasiswa Luar Negeri Dikti 2009 October 7, 2008

Posted by pakjappy in Kejar Beasiswa Luar Negeri.
Tags:
4 comments

Akhirnya keluar juga pengumuman resmi dari Dikti mengenai pemberian beasiswa Luar Negeri bagi para dosen. Sekarang tinggal melengkapi beberapa persyaratan yang ada lalu dikirim lalu deg-degan deh!

Oh ya, biar percaya, silakan baca surat edaran berikut ini yang saya kutip dari http://ditnaga-dikti.org

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI
Jalan Raya Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan, Tromol Pos 190 Jakarta 10270
Telp. (021) 57946100 (HUNTING) Telp./Fax. : (021) 57946052, 57946053


Nomor : 2838/D4.4/2008; 26 September 2008
Lampiran :
Perihal : Pendaftaran Beasiswa Studi ke Luar Negeri Tahun 2009.

Kepada Yth :
1. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri
2. Koordinator Perguruan Tinggi Swasta I-XII
3. Direktur Politeknik
Seluruh Indonesia

Dalam rangka peningkatan mutu dosen, Direktorat Ketenagaan Ditjen Pendidikan Tinggi membuka pendaftaran beasiswa S2 dan S3 luar negeri untuk tahun 2009, bagi dosen tetap PTN, dosen DPK dan dosen tetap PTS di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. Beasiswa untuk program S2 selama 2 tahun, dan program S3 selama 3 tahun.

Pendaftaran dan seleksi dilakukan dalam 3 tahap :

  • Tahap I : pendaftaran ditutup tanggal 28 November 2008, dan seleksi direncanakan pada bulan Desember 2008;
  • Tahap II : pendaftaran ditutup tanggal 27 Februari 2009, dan seleksi direncanakan pada bulan Maret 2009;
  • Tahap III : pendaftaran ditutup tanggal 29 April 2009, dan seleksi direncanakan pada bulan Mei 2009.

Bagi peserta yang belum mulai studi, pendaftaran dilakukan secara kolektif melalui perguruan tinggi tempat bekerja.
Setiap pelamar melengkapi :

  1. Form A dari Direktorat Ketenagaan Ditjen Pendidikan Tinggi yang telah diisi.
  2. Letter of Acceptance dari perguruan tinggi yang terakreditasi;
  3. Fotocopy ijasah S1 bagi pelamar jenjang S2 dan S2 bagi pelamar jenjang S3;
  4. Bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL/IELTS), Jerman, Perancis, Jepang atau bahasa lain, sesuai tempat studi (tidak lebih dari dua tahun terakhir);
  5. Khusus untuk pelamar S3 melampirkan rencana riset yang telah disetujui calon pembimbing di luar negeri;
  6. Surat pengantar dari pimpinan perguruan tinggi

Bagi mereka yang sedang studi di luar negeri, pendaftaran dilakukan melalui perguruan tinggi tempat bekerja (diberi pengantar oleh pimpinan perguruan tinggi, baik secara individual atau kolektif), dengan kelengkapan :

  1. Seperti butir 1, 3 dan 4 tersebut di atas;
  2. Laporan kemajuan studi yang diketahui/disahkan oleh pembimbing
  3. Rencana penyelesaian studi.

Bagi pelamar beasiswa tahun 2008 yang belum mendapatkan beasiswa, perlu memperbaharui lamaran dengan kelengkapan :

  1. Form A dari Direktorat Ketenagaan Ditjen Pendidikan Tinggi yang telah diisi dengan data terbaru
  2. Kelengkapan lain sesuai dengan posisi masing-masing (masih belum berangkat atau sedang studi di luar negeri) yang pada tahun 2008 belum atau kurang lengkap. Untuk memudahkan, diharapkan mengirim copy baru dari kelengkapan tersebut.

Berkas pendaftaran dikirim ke alamat :

Direktur Ketenagaan
Gedung D Lantai 5 Komplek Depdiknas
Jalan Jenderal Soedirman Pintu I – Senayan, Jakarta 10270
Telp./Faks : (021) 57946052/53

Demikian atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

a.n. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi

Direktur Ketenagaan

Ttd

Muchlas Samani
NIP. 130516386

Tembusan :
1. Dirjen Dikti
2. Biro PKLN Sekjen Depdiknas
3. Kasubdit PK Dit. Ketenagaan

DEPDIKNAS-Kerajaan Belanda Lanjutkan Kerjasama Bidang Pendidikan September 23, 2008

Posted by pakjappy in Kejar Beasiswa Luar Negeri.
add a comment

Beasiswa S2 dan S3 Untuk Dosen September 8, 2008

Posted by pakjappy in Serba Serbi.
add a comment

Berburu Beasiswa S2 Luar Negeri (episode 1) August 21, 2008

Posted by pakjappy in Kejar Beasiswa Luar Negeri.
Tags:
1 comment so far

Beberapa bulan lalu saya membulatkan tekad untuk berburu gelar Magister di luar negeri! Wow…! Pake biaya sendiri? No way! Saya tidak rela dan tidak mungkin mampu membayar biaya kuliah dan biaya hidup di luar negeri dari kocek sendiri. Lalu? Saya harus mampu meraihnya melalui jalur beasiswa.

Setelah mengobrak-abrik informasi lewat internet, akhirnya saya menemukan beberapa lembaga yang sangat berbaik hati untuk memberikan beasiswa bagi warga negara Indonesia yang mempunyai mimpi kuliah gratis di Luar Negeri seperti saya. Jenis-jenis beasiswa yang ditawarkan tersebut antara lain : Fulbright dari Aminef, StuNed dari Neso, IFP dari Ford Foundation, Australian Development Scholarship (ADS) dari AusAid, Beasiswa World Bank dan Beasiswa Dikti.

Wah, ternyata banyak juga… Malah, untuk beberapa jenis beasiswa, warga Indonesia bagian timur seperti saya, mendapat prioritas. Wah.. wah.. wah.. Saya jadi semakin percaya diri dan memberanikan diri untuk melamar beasiswa-beasiswa tersebut. Pikir saya, dari sekian banyak yang dibidik, mudah-mudahan ada juga yang lolos. Ibarat menembak seribu burung, dapat satu saja sudah lumayan.

Semudah itu? Not really… Ada beberapa persayaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh pelamar beasiswa S2 seperti saya, misalnya harus lulus S1, Warga Negara Indonesia, mempunyai IPK yang cukup baik (biasanya di atas 2,9), mempunyai nilai TOEFL yang cukup (biasanya di atas 500) dan beberapa persyaratan administrasi lainnya, seperti fotocopy ijazah, transkrip nilai, KTP, dan lain-lain.

Sementara, untuk beasiswa IFP juga sudah saya kirimkan formulir pra pendaftarannya lewat email namun pengumumannya masih lama, yaitu bulan Oktober tahun depan! Lama ya..? Untuk beasiswa World Bank katanya baru akan dibuka pendaftarannya pada bulan Nopember mendatang. Beasiswa Dikti untuk gelombang terakhir juga baru dibuka pada Oktober mendatang. Saya tidak berhasil mengirimkan lamaran ke Fulbright karena batas waktunya (31 Mei) sudah terlanjur lewat, tapi jika masih ada kesempatan, tahun depan pasti saya kirimkan. Eh iya, saya masih harus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya dulu, karena Fulbright mensyaratkan TOEFL sebesar minimal 550, sedangkan nilai TOEFL saya saat ini belum mencapai seperti yang disyaratkan.

Karena pertimbangan batas waktu dan nilai TOEFL yang pas-pasan akhirnya saya berhasil mengirim formulir pendaftaran berikut dokumen yang merupakan persyaratan dari Beasiswa StuNed dan ADS. Sampai saat ini, pihak Neso Indonesia telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima semua berkas lamaran StuNed saya dengan lengkap dan saya diminta untuk menunggu hasil seleksi administrasi yang akan diumumkan pada bulan Oktober mendatang. Dheg..dheg..dheggg.. Itulah yang saya rasakan saat ini sambil menunggu pengumuman dari StuNed dan ADS. Bener juga orang bilang, ada seribu perasaan yang berkecamuk saat kita menunggu sesuatu, dan biasanya didominasi oleh perasaan tidak enak. Lulus ataukah tidak?

Jagong Bose August 8, 2008

Posted by pakjappy in Serba Serbi.
Tags:
add a comment

Apakah gerangan Jagong Bose itu? Bagi orang Kupang pada umumnya, makanan ini sudah sangat akrab dengan lidah. Pertanyaan berikut, di manakah Kupang itu? Walaupun sebenarnya ini adalah pertanyaan yang sedikit konyol dan lagi akan menyinggung perasaan orang Kupang seperti saya, tapi pada kenyataannya pertanyaan ini sangat sering dilontarkan oleh teman-teman saya saat mengetahui bahwa saya berasal dari Kupang. Masih teringat jelas potongan-potongan dialog sedih waktu saya menuntut ilmu ke Kota Pahlawan beberapa tahun silam, tepatnya saat saya berkenalan dengan orang baru, kira-kira demikian :

orang baru :  kenalin, saya orang baru

saya :  saya

orang baru :  asli mana Mas?

saya :  Kupang

orang baru :  kok sampeyan kost?  kan rumahnya dekat,

cuma sekali naik angkot dari sini

(maksudnya Dukuh Kupang, salah satu daerah di Surabaya)

saya :  bukan itu Mas, tapi Kota Kupang, ibukota Nusa Tenggara Timur.

Satu daratan dengan Timor Timur

orang baru :  oooooooooo……..

saya :  Uuuuffhhh…! (bernapas lega) (dalam hati: akhirnya tahu juga)

orang baru : Orang Kupang makan nasi juga?

***** THE END *****

Demikianlah dialog singkat tadi terjadi beberapa kali. Tidak pada tempatnya jika saya harus menyalahkan teman saya karena bolos mata pelajaran Geografi waktu SMP atau memang pada dasarnya tidak tertarik pada  mata pelajaran tersebut. Yang pasti, reaksi spontan saya adalah bersedih hati alias bermuram durja. Mengapa? Karena Kupang tidak akrab di telinga dibandingkan dengan kota-kota lainnya di kawasan Indonesia Timur yang memiliki ciri khas masing-masing, seperti: Jayapura/Papua (emas, hasil tambang), Ambon (pisang, penyanyi), Manado (hasil perkebunan, bubur, gadis manado), Makassar (baju bodo, perahu Pinisi, daerah asal JK), Denpasar/Bali (pariwisata) bahkan Dili/Tim-Tim (konflik, propinsi termuda). Ya, benar bahwa kita punya kayu Cendana atau sandalwood, bahkan Timor disebut juga Nusa Cendana, tapi itu duluuuuu…. Sekarang, kalau mau mencari kayu cendana dengan kualitas baik dan bernilai seni tinggi, lebih banyak dapat anda temui di Bali.

Saya tidak bermaksud membuat anda (khususnya orang Kupang) merasa rendah diri tapi tulisan ini lebih merupakan tantangan bagi kita untuk menjual kota tercinta ini lebih luas lagi. Saya yakin masih banyak potensi yang terpendam di sini, masih banyak “gadis cantik” yang bisa kita rias, masih banyak trik yang bisa kita mainkan, salah satunya adalah Jagong Bose! (akhirnya kembali juga ke Jagong Bose)….

Jagong Bose adalah makanan khas daerah ini yang terdiri dari jagung khusus dan kacang-kacangan yang rasanya sangat sedap. Jagong Bose disajikan dengan kental berkuah dan rasanya tidak lengkap jika tidak ditemani dengan Sambal Lu’at! Apaan tuh? Sambal Lu’at adalah temannya Jagong Bose! Wah, benar-benar jawaban yang tidak menjawab ya..! Maaf, sebenarnya adalah Sambal Lu’at adalah sejenis sambal yang dibuat dari cabe rawit dan kulit jeruk. Rasanya pedas (tentu saja) dan dijamin akan dirindukan selalu oleh mereka yang mengaku sebagai penggemar makanan pedas! Wah, hampir lupa nih dengan yang namanya daging Se’i Sapi! Daging Se’i atau daging asap memang sangat menggoda, mulai dari baunya sampai tampangnya yang tanpa dosa, eh, tanpa tulang itu…. Aduh, jadi lapar…… By the way, dimana saya bisa menemukan rumah makan di Kupang yang menyediakan Jagong Bose + Sambal Lu’at + daging Se’i Sapi?

Ada nggak ya? A  d  a   n g g a k   y a?  K a y a k n y a . . . . . . . . . . .