Berburu Beasiswa S2 Luar Negeri (episode 3) November 14, 2008
Posted by pakjappy in Kejar Beasiswa Luar Negeri.Tags: gagal maneh milis beasiswa
3 comments
Gagal maneh… gagal maneh… Ungkapan ini seringkali diucapkan oleh si jin nakal dalam sinetron Tuyul dan Mbak Yul saat si jin nakal gagal menangkap jagoan sinetron ini, si Ucil. Ungkapan ini sebenarnya mirip dengan apa yang saya alami saat ini. Iya, saya gagal lagi lolos ke tahap wawancara seleksi beasiswa Stuned Pre Registrasi setelah pada episode sebelumnya telah diceritakan bahwa saya gagal pada tahap administrasi beasiswa IFP (Ford Foundation). Gagal maneh…. But, it won’t stop me to do better!
Well, pengalaman saya (baca:kegagalan) ini belum ada apa-apanya dibanding yang dialami oleh teman-teman yang sering saya baca di milis beasiswa. Masih buaaaanyak yang kisahnya lebih dramatis daripada kisah saya, dan serunya, kebanyakan dari mereka sekarang sudah berada di luar negeri atau bahkan sudah pulang dan mengabdi di institusinya masing-masing.
Saya memang menolak dengan tegas untuk bersedih walaupun dalam hati ada sedikit iri apalagi saat melihat teman-teman yang berhasil lolos ke tahap selanjutnya, tahap wawancara. Tapi iri yang ini adalah iri positif, saya sangat mendukung mereka agar dapat lolos dari tahap wawancara nantinya. Tapi sebentar dulu… wait for a minute…. koq kayaknya cuma saya yang tidak lolos ya? hmmmm….. si A lolos, si B lolos, si C lolos… (demi kenyamanan, nama-namanya dirahasiakan)… Apa mungkin ada yang salah dengan kelengkapan dokumen saya? Sayangnya pihak StuNed tidak menjelaskan secara rinci apa kekurangan saya tapi tak apalah, saya maklum, mereka pasti akan mengalami kesulitan menjelaskan kesalahan dari ribuan orang pelamar yang tidak lolos! Go StuNed, aku tunggu kamu di bulan Maret nanti, untuk program beasiswa reguler! hehehe… That’s what I called spirit!
Oh iya, untuk pembaca budiman yang masih penasaran dengan nasib penulis (mudah-mudahan ada yang baca), pengumuman untuk beasiswa ADS (Australian Development Scholarship) akan diumumkan pada bulan Desember. Mudah-mudahan lulus… Mudah-mudahan dapat nulis di milis beasiswa bagaimana tip n trik untuk lolos beasiswa, hehehe…
Saat ini saya sedang mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk melamar beasiswa Dikti Luar Negeri 2009. Wish me luck en mudah-mudahan kali ini sukses….
Regards,
Jappy FanggidaE
Berburu Beasiswa S2 Luar Negeri (episode 2) November 6, 2008
Posted by pakjappy in Kejar Beasiswa Luar Negeri.Tags: ford foundation stuned pre registrasi
add a comment
Setelah menunggu selama kurang lebih 2 bulan, akhirnya keluar juga pengumuman dari penyelenggara beasiswa IFP (Ford Foundation) pada 31 Oktober 2008 lalu. Hasilnya………….? Setelah membolak-balik daftar tersebut saya tidak melihat nama saya tertera dalam daftar nama pelamar yang lolos seleksi tahap pertama. Artinya saya TIDAK LULUS!! Gubraaakkkkk! Hiks..hiks..hiks..! Sedih? Ya iyalah…. Tapi tidak banyak…. Jangan banyak-banyak sedihnya karena masih ada beberapa peluang yang sedang menunggu saya untuk mencapai impian saya. Bukan berarti sedihnya harus dibagi-bagi untuk beberapa peluang tersebut lho…
Benar sekali, saat ini saya sedang melamar beberapa beasiswa yang (mudah-mudahan) bersedia menyekolahkan saya ke luar negeri. Beasiswa-beasiswa tersebut antara lain: beasiswa IFP (FordFoundation) yang sudah gagal, ADS (Australian Development Scholarship), StuNed (beasiswa dari pemerintah Belanda) dan Beasiswa Dikti (dari pemerintah Indonesia). Jika dihitung-hitung, peluang saya yang terbesar adalah Beasiswa Dikti karena beasiswa ini dikhususkan untuk mereka yang berprofesi sebagai dosen seperti saya. Kuota yang disediakan oleh pemerintah untuk dosen, baik dosen negeri maupun swasta, berjumlah 1.000 orang. Saya sendiri belum punya data akurat berapa jumlah dosen yang ada di negeri ini tapi tentu saja dengan segmen yang demikian jelasnya, ditambah kuota yang sangat besar tersebut, bahkan untuk seorang dosen pesimis dengan kemampuan bahasa Inggris yang tidak terlalu istimewa pun akan merasa optimis.
Beasiswa ADS yang akan diumumkan pada bulan Desember nanti, menawarkan tempat bagi 300 orang penerima beasiswa dari total pelamar sekitar 6.000-an orang setiap tahunnya. Kabarnya yang akan dipanggil wawancara dan tes IELTS berjumlah sekitar 600-an orang, artinya tinggal dikurangi 300 orang lagi untuk memenuhi kuota.
Beasiswa StuNed juga tidak jauh berbeda dengan ADS. Jumlah pelamar dan kuotanya setali tiga uang. Bedanya, saya menempuh jalur khusus, yaitu jalur StuNed pre-registrasi khusus untuk pelamar yang berdomisili di luar pulau Jawa. Pelamar StuNed pre-registrasi yang dinyatakan lulus akan memperoleh provisional award, semacam surat jaminan awal untuk memperoleh beasiswa jika mampu meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya hingga memenuhi persyaratan universitas tujuan di negerinya Marco Van Basten. Nah, khusus untuk StuNed ini, katanya mau diumumkan lewat e-mail masing-masing pelamar pada bulan Oktober tapi hingga Nopember belum kunjung tiba surat yang diidam-idamkan mampir ke inbox saya. Menegangkan bukan? Menurut teman-teman yang sudah pernah melamar tahun lalu, pengumumannya keluar pada awal bulan Nopember. Nah, semakin menegangkan bukan? Bukankah sekarang tanggal 5 Nopember? Bukankah sekarang awal Nopember? Setiap hari saya membuka inbox saya di Yahoo! dengan perasaan gundah gulana.. hehe… Mudah-mudahan saat anda membaca posting ini, saya sedang bergembira ria karena dinyatakan lulus serta sedang memegang Provisional Award di tangan saya dan bukannya sedang manyun… Mudah-mudahan…. Amin…!
(to be continued…….)
Beasiswa Luar Negeri Dikti 2009 October 7, 2008
Posted by pakjappy in Kejar Beasiswa Luar Negeri.Tags: dikti pemberian beasiswa luar negeri bagi dosen
4 comments
Akhirnya keluar juga pengumuman resmi dari Dikti mengenai pemberian beasiswa Luar Negeri bagi para dosen. Sekarang tinggal melengkapi beberapa persyaratan yang ada lalu dikirim lalu deg-degan deh!
Oh ya, biar percaya, silakan baca surat edaran berikut ini yang saya kutip dari http://ditnaga-dikti.org
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI
Jalan Raya Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan, Tromol Pos 190 Jakarta 10270
Telp. (021) 57946100 (HUNTING) Telp./Fax. : (021) 57946052, 57946053
Nomor : 2838/D4.4/2008; 26 September 2008
Lampiran :
Perihal : Pendaftaran Beasiswa Studi ke Luar Negeri Tahun 2009.
Kepada Yth :
1. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri
2. Koordinator Perguruan Tinggi Swasta I-XII
3. Direktur Politeknik
Seluruh Indonesia
Dalam rangka peningkatan mutu dosen, Direktorat Ketenagaan Ditjen Pendidikan Tinggi membuka pendaftaran beasiswa S2 dan S3 luar negeri untuk tahun 2009, bagi dosen tetap PTN, dosen DPK dan dosen tetap PTS di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. Beasiswa untuk program S2 selama 2 tahun, dan program S3 selama 3 tahun.
Pendaftaran dan seleksi dilakukan dalam 3 tahap :
- Tahap I : pendaftaran ditutup tanggal 28 November 2008, dan seleksi direncanakan pada bulan Desember 2008;
- Tahap II : pendaftaran ditutup tanggal 27 Februari 2009, dan seleksi direncanakan pada bulan Maret 2009;
- Tahap III : pendaftaran ditutup tanggal 29 April 2009, dan seleksi direncanakan pada bulan Mei 2009.
Bagi peserta yang belum mulai studi, pendaftaran dilakukan secara kolektif melalui perguruan tinggi tempat bekerja.
Setiap pelamar melengkapi :
- Form A dari Direktorat Ketenagaan Ditjen Pendidikan Tinggi yang telah diisi.
- Letter of Acceptance dari perguruan tinggi yang terakreditasi;
- Fotocopy ijasah S1 bagi pelamar jenjang S2 dan S2 bagi pelamar jenjang S3;
- Bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL/IELTS), Jerman, Perancis, Jepang atau bahasa lain, sesuai tempat studi (tidak lebih dari dua tahun terakhir);
- Khusus untuk pelamar S3 melampirkan rencana riset yang telah disetujui calon pembimbing di luar negeri;
- Surat pengantar dari pimpinan perguruan tinggi
Bagi mereka yang sedang studi di luar negeri, pendaftaran dilakukan melalui perguruan tinggi tempat bekerja (diberi pengantar oleh pimpinan perguruan tinggi, baik secara individual atau kolektif), dengan kelengkapan :
- Seperti butir 1, 3 dan 4 tersebut di atas;
- Laporan kemajuan studi yang diketahui/disahkan oleh pembimbing
- Rencana penyelesaian studi.
Bagi pelamar beasiswa tahun 2008 yang belum mendapatkan beasiswa, perlu memperbaharui lamaran dengan kelengkapan :
- Form A dari Direktorat Ketenagaan Ditjen Pendidikan Tinggi yang telah diisi dengan data terbaru
- Kelengkapan lain sesuai dengan posisi masing-masing (masih belum berangkat atau sedang studi di luar negeri) yang pada tahun 2008 belum atau kurang lengkap. Untuk memudahkan, diharapkan mengirim copy baru dari kelengkapan tersebut.
Berkas pendaftaran dikirim ke alamat :
Direktur Ketenagaan
Gedung D Lantai 5 Komplek Depdiknas
Jalan Jenderal Soedirman Pintu I – Senayan, Jakarta 10270
Telp./Faks : (021) 57946052/53
Demikian atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
a.n. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi
Direktur Ketenagaan
Ttd
Muchlas Samani
NIP. 130516386
Tembusan :
1. Dirjen Dikti
2. Biro PKLN Sekjen Depdiknas
3. Kasubdit PK Dit. Ketenagaan
DEPDIKNAS-Kerajaan Belanda Lanjutkan Kerjasama Bidang Pendidikan September 23, 2008
Posted by pakjappy in Kejar Beasiswa Luar Negeri.add a comment
Berburu Beasiswa S2 Luar Negeri (episode 1) August 21, 2008
Posted by pakjappy in Kejar Beasiswa Luar Negeri.Tags: berburu beasiswa S2 luar negeri
1 comment so far
Beberapa bulan lalu saya membulatkan tekad untuk berburu gelar Magister di luar negeri! Wow…! Pake biaya sendiri? No way! Saya tidak rela dan tidak mungkin mampu membayar biaya kuliah dan biaya hidup di luar negeri dari kocek sendiri. Lalu? Saya harus mampu meraihnya melalui jalur beasiswa.
Setelah mengobrak-abrik informasi lewat internet, akhirnya saya menemukan beberapa lembaga yang sangat berbaik hati untuk memberikan beasiswa bagi warga negara Indonesia yang mempunyai mimpi kuliah gratis di Luar Negeri seperti saya. Jenis-jenis beasiswa yang ditawarkan tersebut antara lain : Fulbright dari Aminef, StuNed dari Neso, IFP dari Ford Foundation, Australian Development Scholarship (ADS) dari AusAid, Beasiswa World Bank dan Beasiswa Dikti.
Wah, ternyata banyak juga… Malah, untuk beberapa jenis beasiswa, warga Indonesia bagian timur seperti saya, mendapat prioritas. Wah.. wah.. wah.. Saya jadi semakin percaya diri dan memberanikan diri untuk melamar beasiswa-beasiswa tersebut. Pikir saya, dari sekian banyak yang dibidik, mudah-mudahan ada juga yang lolos. Ibarat menembak seribu burung, dapat satu saja sudah lumayan.
Semudah itu? Not really… Ada beberapa persayaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh pelamar beasiswa S2 seperti saya, misalnya harus lulus S1, Warga Negara Indonesia, mempunyai IPK yang cukup baik (biasanya di atas 2,9), mempunyai nilai TOEFL yang cukup (biasanya di atas 500) dan beberapa persyaratan administrasi lainnya, seperti fotocopy ijazah, transkrip nilai, KTP, dan lain-lain.
Sementara, untuk beasiswa IFP juga sudah saya kirimkan formulir pra pendaftarannya lewat email namun pengumumannya masih lama, yaitu bulan Oktober tahun depan! Lama ya..? Untuk beasiswa World Bank katanya baru akan dibuka pendaftarannya pada bulan Nopember mendatang. Beasiswa Dikti untuk gelombang terakhir juga baru dibuka pada Oktober mendatang. Saya tidak berhasil mengirimkan lamaran ke Fulbright karena batas waktunya (31 Mei) sudah terlanjur lewat, tapi jika masih ada kesempatan, tahun depan pasti saya kirimkan. Eh iya, saya masih harus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya dulu, karena Fulbright mensyaratkan TOEFL sebesar minimal 550, sedangkan nilai TOEFL saya saat ini belum mencapai seperti yang disyaratkan.
Karena pertimbangan batas waktu dan nilai TOEFL yang pas-pasan akhirnya saya berhasil mengirim formulir pendaftaran berikut dokumen yang merupakan persyaratan dari Beasiswa StuNed dan ADS. Sampai saat ini, pihak Neso Indonesia telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima semua berkas lamaran StuNed saya dengan lengkap dan saya diminta untuk menunggu hasil seleksi administrasi yang akan diumumkan pada bulan Oktober mendatang. Dheg..dheg..dheggg.. Itulah yang saya rasakan saat ini sambil menunggu pengumuman dari StuNed dan ADS. Bener juga orang bilang, ada seribu perasaan yang berkecamuk saat kita menunggu sesuatu, dan biasanya didominasi oleh perasaan tidak enak. Lulus ataukah tidak?



