jump to navigation

Jagong Bose August 8, 2008

Posted by pakjappy in Serba Serbi.
Tags:
trackback

Apakah gerangan Jagong Bose itu? Bagi orang Kupang pada umumnya, makanan ini sudah sangat akrab dengan lidah. Pertanyaan berikut, di manakah Kupang itu? Walaupun sebenarnya ini adalah pertanyaan yang sedikit konyol dan lagi akan menyinggung perasaan orang Kupang seperti saya, tapi pada kenyataannya pertanyaan ini sangat sering dilontarkan oleh teman-teman saya saat mengetahui bahwa saya berasal dari Kupang. Masih teringat jelas potongan-potongan dialog sedih waktu saya menuntut ilmu ke Kota Pahlawan beberapa tahun silam, tepatnya saat saya berkenalan dengan orang baru, kira-kira demikian :

orang baru :  kenalin, saya orang baru

saya :  saya

orang baru :  asli mana Mas?

saya :  Kupang

orang baru :  kok sampeyan kost?  kan rumahnya dekat,

cuma sekali naik angkot dari sini

(maksudnya Dukuh Kupang, salah satu daerah di Surabaya)

saya :  bukan itu Mas, tapi Kota Kupang, ibukota Nusa Tenggara Timur.

Satu daratan dengan Timor Timur

orang baru :  oooooooooo……..

saya :  Uuuuffhhh…! (bernapas lega) (dalam hati: akhirnya tahu juga)

orang baru : Orang Kupang makan nasi juga?

***** THE END *****

Demikianlah dialog singkat tadi terjadi beberapa kali. Tidak pada tempatnya jika saya harus menyalahkan teman saya karena bolos mata pelajaran Geografi waktu SMP atau memang pada dasarnya tidak tertarik pada  mata pelajaran tersebut. Yang pasti, reaksi spontan saya adalah bersedih hati alias bermuram durja. Mengapa? Karena Kupang tidak akrab di telinga dibandingkan dengan kota-kota lainnya di kawasan Indonesia Timur yang memiliki ciri khas masing-masing, seperti: Jayapura/Papua (emas, hasil tambang), Ambon (pisang, penyanyi), Manado (hasil perkebunan, bubur, gadis manado), Makassar (baju bodo, perahu Pinisi, daerah asal JK), Denpasar/Bali (pariwisata) bahkan Dili/Tim-Tim (konflik, propinsi termuda). Ya, benar bahwa kita punya kayu Cendana atau sandalwood, bahkan Timor disebut juga Nusa Cendana, tapi itu duluuuuu…. Sekarang, kalau mau mencari kayu cendana dengan kualitas baik dan bernilai seni tinggi, lebih banyak dapat anda temui di Bali.

Saya tidak bermaksud membuat anda (khususnya orang Kupang) merasa rendah diri tapi tulisan ini lebih merupakan tantangan bagi kita untuk menjual kota tercinta ini lebih luas lagi. Saya yakin masih banyak potensi yang terpendam di sini, masih banyak “gadis cantik” yang bisa kita rias, masih banyak trik yang bisa kita mainkan, salah satunya adalah Jagong Bose! (akhirnya kembali juga ke Jagong Bose)….

Jagong Bose adalah makanan khas daerah ini yang terdiri dari jagung khusus dan kacang-kacangan yang rasanya sangat sedap. Jagong Bose disajikan dengan kental berkuah dan rasanya tidak lengkap jika tidak ditemani dengan Sambal Lu’at! Apaan tuh? Sambal Lu’at adalah temannya Jagong Bose! Wah, benar-benar jawaban yang tidak menjawab ya..! Maaf, sebenarnya adalah Sambal Lu’at adalah sejenis sambal yang dibuat dari cabe rawit dan kulit jeruk. Rasanya pedas (tentu saja) dan dijamin akan dirindukan selalu oleh mereka yang mengaku sebagai penggemar makanan pedas! Wah, hampir lupa nih dengan yang namanya daging Se’i Sapi! Daging Se’i atau daging asap memang sangat menggoda, mulai dari baunya sampai tampangnya yang tanpa dosa, eh, tanpa tulang itu…. Aduh, jadi lapar…… By the way, dimana saya bisa menemukan rumah makan di Kupang yang menyediakan Jagong Bose + Sambal Lu’at + daging Se’i Sapi?

Ada nggak ya? A  d  a   n g g a k   y a?  K a y a k n y a . . . . . . . . . . .

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: