jump to navigation

Berburu Beasiswa S2 Luar Negeri (episode 1) August 21, 2008

Posted by pakjappy in Kejar Beasiswa Luar Negeri.
Tags:
trackback

Beberapa bulan lalu saya membulatkan tekad untuk berburu gelar Magister di luar negeri! Wow…! Pake biaya sendiri? No way! Saya tidak rela dan tidak mungkin mampu membayar biaya kuliah dan biaya hidup di luar negeri dari kocek sendiri. Lalu? Saya harus mampu meraihnya melalui jalur beasiswa.

Setelah mengobrak-abrik informasi lewat internet, akhirnya saya menemukan beberapa lembaga yang sangat berbaik hati untuk memberikan beasiswa bagi warga negara Indonesia yang mempunyai mimpi kuliah gratis di Luar Negeri seperti saya. Jenis-jenis beasiswa yang ditawarkan tersebut antara lain : Fulbright dari Aminef, StuNed dari Neso, IFP dari Ford Foundation, Australian Development Scholarship (ADS) dari AusAid, Beasiswa World Bank dan Beasiswa Dikti.

Wah, ternyata banyak juga… Malah, untuk beberapa jenis beasiswa, warga Indonesia bagian timur seperti saya, mendapat prioritas. Wah.. wah.. wah.. Saya jadi semakin percaya diri dan memberanikan diri untuk melamar beasiswa-beasiswa tersebut. Pikir saya, dari sekian banyak yang dibidik, mudah-mudahan ada juga yang lolos. Ibarat menembak seribu burung, dapat satu saja sudah lumayan.

Semudah itu? Not really… Ada beberapa persayaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh pelamar beasiswa S2 seperti saya, misalnya harus lulus S1, Warga Negara Indonesia, mempunyai IPK yang cukup baik (biasanya di atas 2,9), mempunyai nilai TOEFL yang cukup (biasanya di atas 500) dan beberapa persyaratan administrasi lainnya, seperti fotocopy ijazah, transkrip nilai, KTP, dan lain-lain.

Sementara, untuk beasiswa IFP juga sudah saya kirimkan formulir pra pendaftarannya lewat email namun pengumumannya masih lama, yaitu bulan Oktober tahun depan! Lama ya..? Untuk beasiswa World Bank katanya baru akan dibuka pendaftarannya pada bulan Nopember mendatang. Beasiswa Dikti untuk gelombang terakhir juga baru dibuka pada Oktober mendatang. Saya tidak berhasil mengirimkan lamaran ke Fulbright karena batas waktunya (31 Mei) sudah terlanjur lewat, tapi jika masih ada kesempatan, tahun depan pasti saya kirimkan. Eh iya, saya masih harus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya dulu, karena Fulbright mensyaratkan TOEFL sebesar minimal 550, sedangkan nilai TOEFL saya saat ini belum mencapai seperti yang disyaratkan.

Karena pertimbangan batas waktu dan nilai TOEFL yang pas-pasan akhirnya saya berhasil mengirim formulir pendaftaran berikut dokumen yang merupakan persyaratan dari Beasiswa StuNed dan ADS. Sampai saat ini, pihak Neso Indonesia telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima semua berkas lamaran StuNed saya dengan lengkap dan saya diminta untuk menunggu hasil seleksi administrasi yang akan diumumkan pada bulan Oktober mendatang. Dheg..dheg..dheggg.. Itulah yang saya rasakan saat ini sambil menunggu pengumuman dari StuNed dan ADS. Bener juga orang bilang, ada seribu perasaan yang berkecamuk saat kita menunggu sesuatu, dan biasanya didominasi oleh perasaan tidak enak. Lulus ataukah tidak?

Comments»

1. yolan - August 21, 2008

Jagong Bose dot com NTT banget !!! Atikel yang cukup menarik..GO pa Japyy untuk S2nya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: